The Next Millionaires

Krisis minyak dan energi menjadi bukti bahwa sumber daya alam bukan lagi primadona kekuatan ekonomi. Perannya mulai digantikan oleh kekuatan ekonomi berbasiskan pengetahuan, yang akan memicu daya saing produktivitas- pertumbuhan dengan pendekatan baru melalui pendidikan, inovasi, pemanfaatan teknologi informasi dan meluaskan jaringan kerjasama.
Lihat saja daftar multi jutawan dunia yang dikuasai oleh mereka yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Bill Gates, pendiri Microsoft Corp, menempati urutan teratas sebagai orang terkaya di dunia dalam 14 kali berturut-turut. Lerry Ellison, pendiri dan CEO Oracle, Sergey Brin dan Larry Page, pendiri Google Inc, dll.
Adakah pilihan lain selain Teknologi Informasi yang bisa mencetak multijutawan?
Paul Zane Pilzer penulis best seller “The Wellness Revolution How To Make Fortune In The Next Trillion Dollar Industry” (terbit tahun 2002), merekomendasikan bisnis di bidang kesehatan yang akan bersinar sekarang dan masa yang akan datang. Bahkan Bill Gates pernah melontarkan pernyataan bahwa bidang kesehatanlah yang akan menyaingi produk komputernya di masa datang.
Dalam buku terbarunya “The New Wellness Revolution, Paul Zane Pilzer menyediakan bab terbaru yang disebut “Direct Selling : How To Get Started”. Paul meramalkan 10 tahun mendatang bisnis di bidang kesehatan mencapai triliunan dollar, sehingga mampu mencetak multijutawan baru. Bahkan pihak yang paling banyak menikmatinya adalah mereka yang bergerak dalam pendistribusian yang terus bergeser menjadi “distribusi intelektual“, termasuk pelaku bisnis Network Marketing.
Kekayaan baru saat ini tidak ada sangkutpautnya dengan ras, agama, negara asal, orang tua, dan pendidikan, kecuali hanya sebuah pilihan. Bidang kesehatan menjadi tren yang dijajakan umumnya oleh bisnis Network Marketing yang bergeser menjadi Distribusi Intelektual. Disebut demikian karena para networker akan menyampaikan kembali pengetahuan bisnisnya kepada konsumennya.
Jadilah bagian dari jaringan distribusi yang bisa anda jalani full time atau part time. Peluang terbaik saat ini bukan bekerja pada Perusahaan besar, kecuali memulai sebagai Entrepreneur yang berbasiskan kesehatan. Mulailah bekerja dan meyakini untuk menjadi bagian The Next Millionaires.

Lakukan Perubahan

Menurut Albert Einstein si Jenius abad 21, definisi kegilaan adalah melakukan hal-hal yang sama tapi menginginkan hasil yang berbeda. Seperti ini ilustrasinya :

Anda terus bekerja pada satu bidang pekerjaan dengan penghasilan yang kurang lebih sama setiap bulannya, namun Anda mengharapkan hal yang lebih dari penghasilan Anda itu, misalnya ingin memiliki hal-hal yang tidak mungkin akan tercukupi dengan penghasilan Anda saat ini, dan Anda tidak berani melakukan hal lain yang bisa memenuhinya. Bila ingin disebut normal, janganlah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sama, kecuali sesuatu yang berbeda.

Bila Anda merasa belum puas dengan apa yang Anda peroleh saat ini, segera putar haluan. Sangat ekstrim memang. Atau Anda ambil cara lain yang lebih aman, yaitu Anda tetap melakukan kebiasaan Anda sambil berusaha mencoba sesuatu yang berbeda. Ya, lakukan part-time.

Langkah awal melakukan perubahan yaitu dengan mengenali apa yang sebenarnya Anda inginkan. Pertajam impian Anda, agar terlihat jelas. Bahkan para motivator menyarankan visualisasikan impian Anda. Lalu lindungi impian Anda dengan komitmen yang kuat, agar tak lepas sebelum Anda mewujudkannya.

Banyak sarana untuk melakukan perubahan dan mewujudkan impian Anda. Salah satunya bisa Anda ikuti yang tertera di sidebar atau klik disini. Yang terpenting adalah seberapa kuat Anda menginginkan impian-impian Anda terwujud. Pertanyaannya, bukan mampu atau tidak Anda melakukannya, tapi mau atau tidak Anda membuat perubahan.

Kehidupan Anda saat ini adalah hasil keputusan Anda di masa lalu, oleh karena itu keputusan Anda hari ini akan menentukan kehidupan Anda di masa depan.
Segera rubah mainset Anda. Terserah Anda bagaimana cara merubahnya. Cuci pikiran pun bukan langkah buruk untuk mencapai kesuksesan. Itupun jika Anda sangat menginginkan kesuksesan.

Bertindak

Anda tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi bila Anda tidak melakukan tindakan. Setinggi apapun impian Anda bila tanpa tindakan akan menjadi khayalan belaka. Tondakan akan menghasilkan reaksi positif atau negatif. tindakan merupakan sikap produktif, walau dilakukan karena terpaksa. Karena tanpa tindakan, segala hal yang diyakini tak akan terwujud.

Tentukan langkah sebagai awal mengambil tindakan. Lalu susun langkah-langkah tersebut menuju arah yang dicapai. Seribu mil tak akan pernah tercapai bila tidak dimulai satu langkah. Buktikan bahwa tak ada lagi kata ‘menunggu’, kini saatnya keyakinan dan tindakan yang berperan.

Setiap memasuki hidup yang baru, anggaplah sebagai awal hidup baru. Tanamkan kepercayaan pada diri Anda, lalu biasakanlah diri Anda dengan disiplin, baik waktu maupun uang. Bersiaplah menghadapi tantangan berikut dengan rintangan-rintangannya.

Minimalisir keraguan Anda, segera temukan apa yang sesungguhnya benar-benar Anda inginkan. Jangan seperti ingin melihat matahari tenggelam di sebelah timur, sampai kapan pun, walau telah bekerja keras mencurahkan pikiran dan kemampuan apapun, tak akan pernah melihat matahari terbenam di sebelah timur. Wujudkan keinginan itu dengan membalikkan badan Anda ke arah barat tempat tenggelamnya matahari.

Segeralah bertindak, wujudkan impian Anda dengan sarana yang tepat yang bisa Anda lakukan. Pelajari setiap langkah yang akan ditempuh. Dari arah manapun Anda melangkah, asalkan Anda tahu apa yang Anda tuju, pasti akan sampai.

Buatlah komitmen dan tetap fokus …

Selamat datang di Era Informasi

Perjalanan Columbus tahun 1492 secara garis besar merupakan awal Era Industri. Segeralah bermunculan industri-industri dimana manusia mempekerjakan manusia lainnya. Sekolah-sekolah pun mengajarkan bagaimana pentingnya punya nilai bagus untuk bisa bekerja pada orang lain. Dan orang tua kita mengarahkan kita untuk bekerja pada orang lain, bahkan kita dilarang mempunyai impian yang tinggi, agar kita tetap fokus pada perintah bos kita.

Runtuhnya tembok Berlin tahun 1989 menandai berakhirnya Era Industri dan terjadilah perubahan revolusioner besar. Perubahan ini sudah mengancam keamanan finansial ratusan juta jiwa, dimana sebagian besar belum menyadari dampak finansialnya.

Apa hubungannya dengan kehidupan kita saat ini? Mungkin kita tidak menyadari, kita telah menjadi bagian kerumitan masalah finansial ini. Kita terlalu banyak mengandalkan kebijaksanaan ekonomi Pemerintah. Dan hal ini malah menjadi opini banyak orang. Kita selalu memfokuskan diri pada masalah, tanpa bisa membuat solusi, bahkan untuk masalah kita sendiri.

Di Era Informasi ini, kita harus bisa menghadapi berbagai tantangan dalam berkompetisi, baik secara global maupun secara regional. Segala sikap mental kita di Era Industri harus segera dirubah. Kita tidak lagi harus bekerja pada orang lain, karena tugas Bos Anda adalah memastikan bahwa Anda menerima gaji, bukan menjadikan Anda kaya. Jika Anda inginkan kekayaan, tugas Andalah membuat Anda kaya.

Meski Anda tidak pandai melakukan apapun, gunakan waktu untuk mengembangkan apa yang perlu Anda pelajari. Salah satunya Anda bisa mengakses situs kami atau klik di sini.

Jangan pernah menghindar dari apa yang Anda tahu perlu Anda pelajari. Lawan rasa takut dan keraguan Anda, ambil langkah kecil, segera berjalan, lalu berlari…

Luruskan Persepsi

Di dalam dunia bisnis, sebuah Perusahaan pasti menginginkan produknya dapat dinikmati oleh konsumen dengan cepat, efisien, dan merata. Berbagai jalur distribusi telah tercipta seiring berkembangnya teknologi dan tingkat konsumerisme. Ada yang menyalurkan produknya melalui Perusahaan lain (Distributor), ada yang melalui pihak lain (Grosir/Retailer), ada juga yang menyalurkan produknya secara langsung ke konsumen tanpa melalui pihak lain (Direct Selling).

Dengan makin berkembangnya teknologi dan makin kuatnya persaingan dalam dunia bisnis, cara-cara pendistribusian produk tersebut makin dikembangkan lagi dengan cara penyaluran melalui konsumennya. Ini yang kemudian disebut pola pendistribusian Multi Level Marketing atau Networking, yang biasa disingkat MLM.

Sebagian orang mempunyai persepsi yang kurang tepat terhadap bisnis pemasaran yang dijalankan dengan sistem MLM. Padahal secara prinsip distribusi, bisnis ini tidak ada bedanya dengan bisnis lain. Lalu mengapa masih banyak di antara kita yang berpikir bahwa bisnis MLM adalah bisnis tipuan?

Hal-hal berikut ini sering menjadi tanggapan atas bisnis MLM :

  • Banyak yang telah mencoba berulangkali tetapi selalu gagal
  • Bisnis yang menjanjikan impian yang manis-manis
  • Bisnis skema piramida, dimana posisi yang di atas yang diuntungkan
  • Bisnis yang bisa berjalan bila kita punya banyak teman dan relasi
  • dan masih banyak tanggapan negatif lainnya …

Mari kita luruskan persepsi tersebut pada tempatnya, simpan dulu ego Anda. Bisnis ini sama sekali sama dengan bisnis lain, yang harus dikerjakan dengan konsisten. Sebenarnya tidak ada yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, hanya saja mereka berhenti terlalu cepat, kecuali Perusahaan yang menyediakan produknya bubar. Dalam bisnis apapun diperlukan kerja keras dan keuletan untuk menjalankannya, serta kemauan untuk belajar menjadi sukses.

Semua bisnis menjanjikan keuntungan, Anda tentu tidak mau menjual produkAnda tanpa mendapat keuntungan. Anda tidak akan melakukan pekerjaan tanpa mendapat bayaran (gaji), kecuali untuk tujuan amal. Begitu pula dengan bisnis MLM, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan apapun apabila tidak menjalankan sistemnya.

Di Perusahaan manapun hanya ada satu pemimpin dalam ruang lingkup kerjanya, dan jarang kesempatan setiap orang untuk menduduki posisi tersebut. Fokus bisnis MLM adalah membawa sebanyak mungkin orang ke puncak !

Yang diperlukan dalam menjalankan bisnis MLM adalah kesediaan Anda untuk menjalankan sistemnya yang membuat kerja Anda menjadi lebih mudah. Siapapun Anda, latar belakang Anda, pendidikan Anda, status Anda, asalkan Anda mau menjalankan sistemnya, kesuksesan hanya masalah waktu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.